Sabtu, 18 Oktober 2014

Keinginan yang Menyesatkan



Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dengan keadaan yang paling baik, diciptakan Allah dalam bentuk yang sempurna, karen produk Allah itu tidak pernah gagal. Orang yang terlahir cacat pun itu bukan kegagalan produk Allah, namun ada sesuatu yang unik yang ada pada diri orang tersebut, namun sering kali orang tak menyadari dan berbicara Allah tidak Adil, itu salah besar. Menghadapi sesuatu dengan ikhlas dan pikiran positif itu haru berangkat dari kita sendiri, kita harus senantyasa menasehati diri kita dan untuk mencapai itu diperlukan pendekatan diri kepada Allah SWT.
            Manusia dikaruniai akal dan hawa nafsu. Nafsu yang ada pada manusia itu bermacam-macam, ada nafsu yang baik dan ada nafsu yang buruk, tinggal bagaimana akal dan hati kita yang mengendalikan. Ketika keinginan tak bisa dicegah maka akal kita harus berfikir, bagaimana untuk mewujudkan keinginan kita. Apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkannya dengan jalan yang baik. Namun ketika stigam buruk mempengaruhi dan hati kita tidak jernih dan akal kita tak mampu berfikir kritis, maka hal buruk pun kita lakukan.
            Ketika seorang menginginkan suatu barang dan stigma yang buruk menyelimuti maka yang terbesit adalah bagaimana cara saya mendapatkan apa yang saya inginkan dengan cara apapun dan bagaimanapun. Seperti ada orang yang menginginkan handy talky dan stigma buruk yang datang, maka bukan pikiran kritis yang menuntun apa usaha baik yang harus dilakukan untuk dapat membelinya, mendapatkan dengan cara yang halal, melainkan hanya jalan pintas yang di tempuh yaitu dengan cara mengambil milik orang lain yang bukan haknya. Stigma buruk mempengaruhi perbuatan kita, stigma yang negatif akan berdampak negatif, sehingga stigma negatif harus ditangkal dengan stigma positif sehingga menjadi sebenar benar diri kita yang berpikir kritis dan berhati jernih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar