Manusia adalah makhluk yang
diciptakan Allah dengan keadaan yang paling baik, diciptakan Allah dalam bentuk
yang sempurna, karen produk Allah itu tidak pernah gagal. Orang yang terlahir
cacat pun itu bukan kegagalan produk Allah, namun ada sesuatu yang unik yang
ada pada diri orang tersebut, namun sering kali orang tak menyadari dan
berbicara Allah tidak Adil, itu salah besar. Menghadapi sesuatu dengan ikhlas
dan pikiran positif itu haru berangkat dari kita sendiri, kita harus senantyasa
menasehati diri kita dan untuk mencapai itu diperlukan pendekatan diri kepada
Allah SWT.
Manusia
dikaruniai akal dan hawa nafsu. Nafsu yang ada pada manusia itu bermacam-macam,
ada nafsu yang baik dan ada nafsu yang buruk, tinggal bagaimana akal dan hati
kita yang mengendalikan. Ketika keinginan tak bisa dicegah maka akal kita harus
berfikir, bagaimana untuk mewujudkan keinginan kita. Apa yang harus kita
lakukan untuk mewujudkannya dengan jalan yang baik. Namun ketika stigam buruk
mempengaruhi dan hati kita tidak jernih dan akal kita tak mampu berfikir
kritis, maka hal buruk pun kita lakukan.
Ketika
seorang menginginkan suatu barang dan stigma yang buruk menyelimuti maka yang
terbesit adalah bagaimana cara saya mendapatkan apa yang saya inginkan dengan
cara apapun dan bagaimanapun. Seperti ada orang yang menginginkan handy talky
dan stigma buruk yang datang, maka bukan pikiran kritis yang menuntun apa usaha
baik yang harus dilakukan untuk dapat membelinya, mendapatkan dengan cara yang
halal, melainkan hanya jalan pintas yang di tempuh yaitu dengan cara mengambil
milik orang lain yang bukan haknya. Stigma buruk mempengaruhi perbuatan kita,
stigma yang negatif akan berdampak negatif, sehingga stigma negatif harus
ditangkal dengan stigma positif sehingga menjadi sebenar benar diri kita yang
berpikir kritis dan berhati jernih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar