Kamis, 02 Oktober 2014

Elegi Pemberontakan sang Anak




A         : wah enak sekali hidupmu, serba kecukupan, orang tuamu kaya, bisa memnuhi semua keinginanmu
B         : enakan kamu orang tuamu selalu ada, kamu bisa ketemu kapan saja, dan kasih sayangmu tepenuhi
A         : apaan kasih sayang si kasih sayang tapi kalau mau butuh sesuatu pasti tak ada, aq tak bisa hidup sama dengan yang lain
B         : tapi tak pernah melihat orang tua itu rasanya hampa, seperti anak yang di buang
C         : sudah sudah... tak usah lah kalian berdebat, setiap anak yang lahir di dunia ini tidak bisa memilih darimana ia dilahirkan, kalian telah dititipkan oleh Allah kepada orang tua kalian masing-masing, kalian adalah sintesis dari bapak ibu kalian, ibu adalah tesisnya dan bapak sebagai anti tesisnya.
A         : apalah maksud kau itu ?
B         : iya aku juga tk tahu apa maksudmu?
C         : kalian ini merupakan takdir Allah, sedangkan takdir bisa di usahakan sebelum kejadian, sebelum bapak ibu kalian bertemu mereka berikhtiar dengan siapakah mereka akan bertemu, mereka akan hidup dengan saling menjadi tesis dan anti tesis seperti kalian, mau dengan anak ilmuwan, anak kyai, anak ustadz, anak raja, maupun yang lainnya, sehingga mereka bertemu atas kuasa Allah SWT.
A&B   : lalu bagaimanakah dengan kami?
C         : ketika kalian adalah hasil dari sintesis mereka berdua, maka bersyukurlah, ikhlaskan dalam hati kalian, maka nikmat Allah yang akan kalian terima namun jika penyesalan, tak hormat maka tiadalah kebaikan bagi kalian, Ridallah fii Ridhal Walidain, Ridho Allah tergantung Ridho orang tua kalian. Sampai kapanpun kalian tak akan sanggup membalas jasa orang tua kalian terutama ibu, bagaikan cara jawa “Sak upo karo sak klopo” sangat kecil apa yang kita lakkan di banding dengan apa yang mereka perjuangkan untuk kita. Segeralah bertaubat, mohon ampun kepada Allah, hormatilah orang tua, tiadalah orang tua yang tak menyayangi anaknya, kalian seperti bukan tanpa sebab, inilah hasil didikan orang tua kalian, hasil kerja keras orang tua kita, maka bersyukurlah atas apa yang sudah Allah berikan lewat malaikat-malikatnya di dunia yaitu Ibu bapak mu. Urip mung sawang sinawang (hidup hanyalah pandang memandang) yang jauh terlihat baik yang didekat terlhat buruk, maka hati ikhlas lah yang dapat memupus semua, Ikhlas, syukur dan Sabar.. “ Lain Syakartum laazidannakum walain kafartum inn ‘adzaabii lasyadiid. (Jika kalian bersyukur kepada Allah, maka akan di tambah nikmtnya dan jika kalian kufur nikmat maka adzab Allah sangatlah pedih)
A&B   : Ya Allah ampuni kami atas segala perbuatan kami Ya Allah, Astaghfirllahal Adhiim, muliakan Ibu Bapak kami ya Allah di dunia dan di akhirat Engka Ya Allah, Rabbighfirli waliwalidayya warhamhumaa kamaa robbayaaniiishoghiiraa. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar