A : wah enak
sekali hidupmu, serba kecukupan, orang tuamu kaya, bisa memnuhi semua
keinginanmu
B : enakan kamu
orang tuamu selalu ada, kamu bisa ketemu kapan saja, dan kasih sayangmu
tepenuhi
A : apaan kasih
sayang si kasih sayang tapi kalau mau butuh sesuatu pasti tak ada, aq tak bisa
hidup sama dengan yang lain
B : tapi tak
pernah melihat orang tua itu rasanya hampa, seperti anak yang di buang
C : sudah
sudah... tak usah lah kalian berdebat, setiap anak yang lahir di dunia ini
tidak bisa memilih darimana ia dilahirkan, kalian telah dititipkan oleh Allah
kepada orang tua kalian masing-masing, kalian adalah sintesis dari bapak ibu
kalian, ibu adalah tesisnya dan bapak sebagai anti tesisnya.
A : apalah
maksud kau itu ?
B : iya aku
juga tk tahu apa maksudmu?
C : kalian ini
merupakan takdir Allah, sedangkan takdir bisa di usahakan sebelum kejadian,
sebelum bapak ibu kalian bertemu mereka berikhtiar dengan siapakah mereka akan
bertemu, mereka akan hidup dengan saling menjadi tesis dan anti tesis seperti
kalian, mau dengan anak ilmuwan, anak kyai, anak ustadz, anak raja, maupun yang
lainnya, sehingga mereka bertemu atas kuasa Allah SWT.
A&B : lalu
bagaimanakah dengan kami?
C : ketika
kalian adalah hasil dari sintesis mereka berdua, maka bersyukurlah, ikhlaskan
dalam hati kalian, maka nikmat Allah yang akan kalian terima namun jika
penyesalan, tak hormat maka tiadalah kebaikan bagi kalian, Ridallah fii Ridhal
Walidain, Ridho Allah tergantung Ridho orang tua kalian. Sampai kapanpun kalian
tak akan sanggup membalas jasa orang tua kalian terutama ibu, bagaikan cara
jawa “Sak upo karo sak klopo” sangat kecil apa yang kita lakkan di banding
dengan apa yang mereka perjuangkan untuk kita. Segeralah bertaubat, mohon ampun
kepada Allah, hormatilah orang tua, tiadalah orang tua yang tak menyayangi
anaknya, kalian seperti bukan tanpa sebab, inilah hasil didikan orang tua
kalian, hasil kerja keras orang tua kita, maka bersyukurlah atas apa yang sudah
Allah berikan lewat malaikat-malikatnya di dunia yaitu Ibu bapak mu. Urip mung
sawang sinawang (hidup hanyalah pandang memandang) yang jauh terlihat baik yang
didekat terlhat buruk, maka hati ikhlas lah yang dapat memupus semua, Ikhlas,
syukur dan Sabar.. “ Lain Syakartum laazidannakum walain kafartum inn ‘adzaabii
lasyadiid. (Jika kalian bersyukur kepada Allah, maka akan di tambah nikmtnya
dan jika kalian kufur nikmat maka adzab Allah sangatlah pedih)
A&B : Ya Allah
ampuni kami atas segala perbuatan kami Ya Allah, Astaghfirllahal Adhiim,
muliakan Ibu Bapak kami ya Allah di dunia dan di akhirat Engka Ya Allah,
Rabbighfirli waliwalidayya warhamhumaa kamaa robbayaaniiishoghiiraa. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar