Perasaan manusia yang beraneka
ragam, yang menjadikan hidupnya senang, susah, tenang, dll. Ketika perasaan
senang datang kepada diri kita tanpa harus kita undang itu adalah sebuah
karunia Allah, sehingga pikran kita pun bisa menjadi positif, hati menjadi
senang, mengerjakan apapun menjadi terasa ringan dan semua yang kita kerjakan
menjadi cepat selesai. Semua itu adalah chemistry antara diri kita dan perasaan
kita. Manusia yang berada dalam ruang dan waktu terus dan tetap berjalan dalam
koridornya sebagai manusia dan tak akan berubah menjadi siapapun kecuali
menjadi dirinya oleh hasil olah pikirnya.
Ruang dan waktu yang kita tembus
ada kalanya memberikan perasaan (mood) yang negatif, sehingga mitos dan stigma
jelek kembali menghampiri, berfikiran negatif, khawatir berlebih, takaut tidak
bisa mencapai apa yang diinginkan, dll. Ketika ketakutan itu menyelimuti
pikiran kita, tidak banyak yang bisa kita lakukan, ketika itu kita terlalu
terpaku dengan masalah yang ada tanpa harus menemukan jalan apa yang harus
ditempuh, cara apa yang bisa dilakukan. Ini dipengaruhi karena pikran negatif
kita sehingga pikiran kritis pun terkalahkan. Selain pikran kritis kita yang
terkalahkan hawa nafsu jelek kita juga menyelimuti diri kita sehingga hati yang
bersih dan ikhlas pun tidak kita dapat.
Ketika perasaan yang
negatif tangkal, kita harus menempatkan diri kita pada posisi ruang dan yang
waktu yang tepat dengan mendekatkan diri kepada Allah supaya lebih tenang, atau
karena kegiatan yang kita lakukan terlalu membosankan kita juga dapat
menggantinya dengan kegiatan lain yang juga produktif namun juga yang kita rasa
bisa mengembalikan kesegaran pikiran kita untuk bisa kembali berpikir kritis. Pikran
yang positif akan membentuk prilaku yang positif, prilaku yang positif akan
membentuk kepribadian yang positif pula, begitupun sebaliknya. Selalu berpikir
kritis seta berhati bersih dan ikhlas adalah kuncinya, namun semua itu tidak
bisa diraih begitu saja, tidak yang instan di dunia ini, karena dalam membuat
mi instan saja butuh waktu untuk merebus airnya, butuh perjuangan untuk semua
itu, butuh usaha, selalu menata diri, introspeksi dan selalu bertawakkal untuk
menjadi pribadi yang baik dan berpikir positif.